Kunjungan Pendidikan Siswa Sejurba TNI AU ke Stamet Soekarno-Hatta

March 4, 2026

Soetta Superteam

Berita

Tangerang, 04 Maret 2026 – Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta menerima kunjungan siswa Sekolah Kejuruan Bintara (Sejurba) Meteo A-30 Skadik 503 Wingdik 500/Umum dari TNI Angkatan Udara. Kunjungan ini merupakan bagian dari program pendidikan untuk memberikan wawasan serta pengalaman langsung mengenai operasional pelayanan meteorologi penerbangan. Rombongan dipimpin oleh Letkol Adm Muhammad Risman Aris, S.A.P., M.Han. bersama 6 orang instruktur dan diikuti oleh 18 siswa.

Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai tugas dan fungsi Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta. Penjelasan ini berkaitan dengan layanan informasi meteorologi penerbangan yang disediakan untuk mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Foto Bersama dan Penyerahan Plakat Kenang-Kenangan oleh Letkol Adm Muhammad Risman Aris, S.A.P., M.Han.

Kegiatan diawali dengan mengunjungi taman alat. Di lokasi ini mereka dapat melihat secara langsung berbagai peralatan observasi meteorologi yang digunakan dalam kegiatan operasional baik yang konvensional maupun otomatis. Para siswa dikenalkan dengan peralatan curah hujan, pengukuran arah dan kecepatan angin, lama penyinaran dan intensitas radiasi matahari, penguapan harian, serta pengamatan suhu dan kelembapan udara. Selanjutnya, kunjungan ke ruang operasional observasi untuk mengetahui proses penyusunan sandi Metar dan Sinop sebagai laporan cuaca rutin hasil pengamatan. METAR digunakan untuk kepentingan penerbangan, khususnya pada fase lepas landas (takeoff) dan pendaratan (landing). Sementara itu, laporan sinoptik merupakan laporan kondisi cuaca permukaan yang lebih lengkap. Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pengamatan angin lapisan atas menggunakan metode Pilot Balloon (Pibal).

Kunjungan di Ruangan Observasi dan Taman Alat Meteorologi serta Penjelasan Penggunaan Pibal oleh Observer on Duty

Setelah menerima materi di operasional observasi. para siswa berkesempatan melihat secara langsung aktivitas prakirawan di ruang forecaster. Di ruangan ini prakirawan melakukan analisis data cuaca, interpretasi model cuaca, membuat prakiraan dan peringatan dini cuaca serta menyusun berbagai produk informasi cuaca penerbangan lainnya.

Sebagai stasiun meteorologi yang melayani Bandara Internasional Soekarno-Hatta, salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara, Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta didukung oleh berbagai sistem pemantauan cuaca yang canggih dan lengkap. Beberapa perangkat utama yang digunakan antara lain LLWAS (Low Level Windshear Alert System) untuk mendeteksi windshear di ketinggian rendah, TDWR (Terminal Doppler Weather Radar) yang mampu mendeteksi windshear yang terjadi bersamaan dengan hujan, Wind Profiler untuk mengamati profil angin secara vertikal, serta LIDAR (Light Detection and Ranging) yang merupakan alat optik untuk mendeteksi aerosol dan awan yang berpotensi mengganggu penerbangan.

Kunjungan di Ruangan Forecaster serta Penjelasan Analisis Data Cuaca, Interpretasi Model Cuaca, dan Pembuataan Prakiraan serta Peringatan Dini Cuaca oleh Forecaster on Duty

Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat menambah pemahaman para siswa Sejurba mengenai penerapan meteorologi dalam dunia penerbangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang meteorologi penerbangan serta meningkatkan sinergi antara BMKG dan TNI Angkatan Udara dalam mendukung keselamatan penerbangan di Indonesia. [Ahid]