Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta Dinyatakan Siap Melayani Angkutan Lebaran 2026

February 27, 2026

Soetta Superteam

Berita

Tangerang, 27 Februari 2026 Dalam rangka menjamin keselamatan dan kelancaran navigasi penerbangan selama periode mudik lebaran, Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta telah menjalani kegiatan Monitoring Kesiapan Pelayanan Navigasi Penerbangan pada Angkutan Lebaran Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Monitoring dari Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah I Kelas Utama pada tanggal 25 hingga 27 Februari 2026. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh aspek layanan meteorologi penerbangan memenuhi standar kriteria layanan serta peralatan yang digunakan dalam memberikan layanan pada kondisi baik dan layak operasional.

Foto Bersama dan Penyerahan Laporan Monitoring oleh Tim Monitoring Otban Wilayah I Kelas Utama

Tim pengawas yang terdiri dari Dewi Yuniarti Rahayu dan Toto Mariyanto melakukan inspeksi mendalam terhadap tiga pilar utama pelayanan di Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta:

  • Personel: Pemeriksaan terhadap kompetensi dan kesiapan mental petugas dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem selama periode Lebaran.
  • Fasilitas: Verifikasi kelaikan peralatan utama pendukung navigasi udara.
  • Prosedur: Peninjauan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penyampaian informasi cuaca kepada pengguna jasa penerbangan.

Proses Monitoring oleh Tim Monitoring Otban Wilayah I Kelas Utama Bersama KaTimpokja Stamet Soekarno-Hatta

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen dan kondisi di ruang operasional dan lapangan, Tim Monitoring menyatakan bahwa Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta telah memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan dengan status Sesuai dan Tanpa Catatan. Beberapa poin keunggulan yang dicatat dalam laporan hasil monitoring meliputi:

  • Kesiapan Fasilitas Komunikasi: Sistem Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN) dan Air Traffic Services Message Handling System (AMHS) berfungsi optimal untuk pertukaran data meteorologi.
  • Akurasi Data Pengamatan: Peralatan pengamatan seperti AWOS (Automatic Weather Observing System), Ceilometer, dan Transmissometer telah terkalibrasi dan siap menyajikan data jarak pandang (RVR) yang akurat.
  • Deteksi Cuaca Buruk: Prosedur penyampaian peringatan dini berupa Wind Shear Warning dan Aerodrome Warning telah teruji untuk memitigasi risiko cuaca buruk di area landas pacu.

Untuk menjaga kesinambungan layanan selama periode puncak Lebaran, Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta telah menerapkan sistem pengaturan personel yang ketat. Manajemen memberlakukan pembatasan cuti bagi personel di setiap tim Pokja (Observasi, Prakiraan, dan Teknisi) guna memastikan fatigue management yang ideal dalam operasional 24 jam.

Dengan hasil monitoring yang positif ini, pengguna jasa penerbangan yang akan melakukan mudik dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat merasa lebih tenang, karena setiap pergerakan pesawat mulai dari take-off hingga landing didukung oleh data cuaca yang akurat dan tim meteorologi yang sigap. [Ikko]