Verifikasi Data Profil Risiko Organisasi di Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta oleh Direktorat Navigasi Penerbangan
May 14, 2026
Soetta Superteam
Berita
Tangerang, 14 Mei 2026 – Direktorat Navigasi Penerbangan melaksanakan kegiatan verifikasi data Profil Risiko Organisasi (Organizational Risk Profile – ORP) di Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam pemetaan profil risiko penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan untuk menentukan prioritas pengawasan ke depan.
Dokumentasi Kegiatan Verifikasi Profil Resiko bersama Stakeholder.
Proses verifikasi ini mencakup pengumpulan, verifikasi, dan analisis data terhadap dua komponen utama, yaitu Safety Performance Level (SPL) dan Organizational Complexity Level (OCL). Verifikasi dan analisis SPL bertujuan untuk mengukur tingkat kinerja keselamatan, kepatuhan, dan manajemen mutu. Sedangkan verifikasi dan analisis OCL bertujuan untuk mengukur tingkat kompleksitas organisasi berdasarkan sumber daya dan cakupan layanan. Data yang digunakan dalam penilaian ini bersumber dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara periode 2023-2025, serta data internal Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta tahun 2025.
Berdasarkan hasil verifikasi dan perhitungan teknis, Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta ditetapkan memiliki profil risiko 4D (Medium). Hasil ini diperoleh dari perpaduan dua nilai utama yaitu skor SPL D menunjukkan kinerja keselamatan yang baik, didukung oleh capaian akurasi informasi meteorologi penerbangan sebesar 100% pada fase take-off dan landing. Selain itu, manajemen mutu telah tersertifikasi ISO hingga Juli 2027. Selanjutnya skor OCL 4 menunjukkan. kompleksitas organisasi yang tinggi. Hal ini didasari oleh data operasional di mana Stamet melayani unit navigasi yang luas (TWR, APP, APS, ACS, dan FIC) dengan dukungan 51 personel operasional yang 100% telah tersertifikasi.
Sesi Pemaparan Verifikasi Profil Resiko bersama Stakeholder.
Dalam verifikasi tersebut tercatat bahwa Stamet Soekarno-Hatta saat ini mengelola 22 fasilitas. Dari sisi produk, instansi ini menghasilkan 24 jenis produk layanan informasi meteorologi untuk mendukung keselamatan penerbangan di wilayah Bandara Soekarno-Hatta.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Direktorat Navigasi Penerbangan, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I, dan internal Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan Petunjuk Teknis Pengawasan Inspektur Navigasi Penerbangan. Hasil profil resiko ini nantinya akan menjadi acuan resmi bagi Direktorat Navigasi Penerbangan dalam menyusun program pengawasan yang lebih terukur dan efektif, guna memastikan standar keselamatan penerbangan nasional tetap terjaga di level tertinggi. [Euis]